Aku
Irna Willy Indrayani, mahasiwa Akhir UIN-SU yang sedang menunggu jadwal sidang
yang tak kunjung keluar – bukan tak kunjung keluar, tapi di kampusku memang
begitu peraturannya. Sidang harus minimal 4 orang sedangkan saat ini masih 2
orang yang daftar. Wkwkwk salahku juga sih.
Btw,
kali ini aku ingin cerita tentang makhluk-makhluk Tuhan yang paling menyebalkan
namun terindukan.
Hau-Hau
Squad atau sering kami sebut dengan HHS
Tanpa
sengaja HHS ini terbentuk tanpa sengaja, HHS ini terbentuk oleh 9 teman sekelasku
dan Aku di masa kuliah. Tepat 1 tahun yang lalu tanpa sengaja aku dan yang lain
merayakan ulang tahun Dila (nanti aku bakal cerita tentang Dila) ketepatan
hanya ada 9 orang yang datang merayakan acaranya. Kami menyusun stretegi dan
membuat sebuah grup di line. Setelah acara berlangsung grup itu digunakan untuk
share hasil poto dan berlanjut dengan chitchat hahahihi serta gunjingan
manja.wkwk bangsat emang ya, dari itu tanpa sengaja terbentuklah chemistry kita
dan kita sering jalan bersepuluh. (Sebenernya panjang ceritanya)
Aku bakal cerita tetang
mereka 9 manusia aneh di muka bumi ini.
Nahdiyah Ulfah Siregar
Awal
aku dekat dengan Nahdiyah saat masa orientasi santriwati di Ma’had Al-Jami’ah
IAIN-SU (Aku awal kuliah tinggal di asrama kampus). Manusia si Pemangsa mie ini kebetulan satu
kamar dengan teman SMAku dan aku sekamar dengan teman SMAnya. Hahaha begitulah
kehidupan ini sangat sempit kawasannya. Lambat laun kami akrab karena memiliki
rasa humor yang sama dan kami bisa tertawa hanya karena hal kecil yang mungkin
bagi orang lain tidak lucu. Janggal rasanya dengan nama Nahdiyah, aku biasa
panggil dia dengan sebutan Atun Bo (Atun Bodat) wkwk dia pernah bilang dia
bakal sakit hati ketika aku tidak panggil namanya dengan sebutan-sebutan aneh.
(manusia gak waras memang)
Tanpa
disengaja, mungkin memang kehendak Allah menyatukan dari awal satu asrama, satu
sekalas, masa KKN satu desa, masa PLKPS dan PLKPLS satu kelompok juga sampai-sampai
pembimbing skripsi juga sama dosennya, semoga sidang ini samaan juga kita ya.
Begitulah
si Atun, perempuan yang kini tengah memperbaiki diri menuju Hijrah demi
mendapatkan Taqy Malik (kata dia sih, gak dapat Taqy Malik, Abdul Malik pun
jadi wkwk). Perempuan yang sekarang anggun dengan gamis dan jilbab panjangnya
itu selalu saja menjadi obat hati dan pencair suasana dalam ruangan kami. Selalu
baik hati, optimis dan apa ya? Pokoknya setengah diriku ada di Atun.
(Perasaanku sih wkwk) kalau cerita tentang Atun mungkin page ini tidak akan
cukup karena perjalanan kami panjang. Bisa jadi hampir atau bakal melebihi
skripsiku tebalnya. Sudahi saja ya wkwkwk
Muspita Sari
Hei
mbak Ipit! Begitu sapaan akrabnya. Perempuan darah minang tulen berjilbab panjang ini berjiwakan lelaki
hanya saja penampilannya yang anggun bak bidadari surga. Subhanallah, mbak Ipit
wanita supel yang super sibuk menurutku. Sibuknya positif kok, layaknya wanita
dan seorang anak perempuan dia bertanggung jawab bantu amaknya di rumah untuk memasak, bersihkan rumah, nemeni amak ke pajak
sukarame belanja sayuran, antar jemput adek sekolah dll.
Siapa
yang gak bangga lihat dia. Dengan kondisi kegiatan rumahnya yang super sibuk,
dia juga masih sempat mengabdikan dirinya untuk jadi pengajar salah satu Taman
Baca Al-Qur’an di Mesjid dekat rumahnya. Rumah, kuliah, ngajar dan dia masih
bisa sisihkan waktu untuk main bareng kami. Wanita yang selalu sedia kalau dimintai
tolong, wanita yang tidak pernah marah, wanita yang tidak pernah berontak,
wanita yang murah senyum, wanita yang selalu memberikan wejangan-wejangan
rohani. Ahh pokoknya perfecto mbak Ipit ini, tinggal nunggu jodoh aja sih. Emak
dia udah ngebet nyuruh dia kawin, tapi apa nak dikate jodoh belom datang juge.
Wkwkwk
Lisca Zahviarana
Hei,
gadis Aceh yang imut-imut pendiam diluar tapi lumayan cerewet. Hahaha.
Apa
ya tentang lisca,gadis aceh berperawakan manis dan imut ini manusia kalem nan
pendiam yang sulit dideskripsikan. Dia manusia yang terlalu baik dan penurut, tapi
sekalinya merepet jangan tanya, habis semua makhluk di HHS diam semua! tapi
sejauh ini belum pernah sih dia merepet janda. Lisca juga salah satu penengah
diantara kami ketika ada keributan dan sejauh ini rumah lisca yang selalu jadi
basecamp ketika HHS kumpul ataupun buat acara. Karena posisi licsa ngontrak
sendirian di rumah dan bebas. Haha
Manusia
yang rajin lagi rapi ini juga tangannya lihai dalam memasak mie aceh, wajar
yakan? Dia juga orang aceh, kalau sudah kumpul di rumah Lisca pasti tak terlewatkan
mie aceh. Tidak hanya mie aceh, masakan apapun kalau lisca yang masak pasti
bakal cepat habis dari singgahsananya. Dasar manusia HHS ini juga pemakan
segalanya.
Nurima Tawarniati
Harahap
Nur,
begitu aku sering menyapanya. Perempuan batak asal Labuhan Batu ini kerap
disebut sebagai kembaranku di kelas, karena postur tubuh kami hampir sama. Wkwk
Nurima
yang memiliki suara emas ini, hobby bernyanyi apalagi kalau diajak koro-koro
a.k.a karokean selalu unjuk jari paling awal, goyangannya eeuuughh jangan tanya.
Haha vis nur
Selain
memiliki suara emas, Nurima juga jago dalam hal masak-memasak, uniknya ketika
dia sudah nguplek di dapur pasti dia gak akan terlalu selera untuk memakan
hasil masakannya. Dia bilang “udah muak aku manengok makanan itu di dapur tadi
waktu aku memasaknya”, sahutnya dengan logat bataknya itu.
Nurfadhila Jannah
Anak
bungsu mamaknya ini aktivis Pelajar Muhammadiyah yang hobbynya jalan-jalan.
Kemana ada kegiatan IPM pasti ada Dila. Ya iyalah yakan, diakan Sekjen
IPM-SUMUT wajarlah kalau kegiatannya full. Terkadang kami sering mengoloknya
ketika dia tidak dapat kumpul bersama kami karena rapat IPM-nya tersebut. Tapi
tak jarang juga dia curi-curi waktu dan bela-belain hadir untuk kumpul bareng
kita yang kurang berfaedah ini. Haha
Gadis
bersepeda motor hitam-ungu kesayangannya itu sesungguhnya wanita manja yang
berpura-pura kuat, kerap kali masuk rumah sakit ketika mengikuti sebuah acara
besar. Ntah itu kecapek’an atau memang bawaan lahir dia, jarum infus senang
sekali masuk dalam rongga aliran darahnya. Tapi biarpun begitu, tetap saja
orangtua Dila termasuk yang paling care terhadap kita bersepuluh ini.
Abdul Malik
Pria
hitam manis darah Aceh ini tinggal di Belawan, ujungnya Medan yang dekat dengan
laut. Aku sering memanggil namanya dengan sebutan Bedul. Aku kenal dekat dengan
Bedul dari awal semester 2 dalam kegiatan Training Of Trainer 1 Juta Motivator.
Awalnya dia pendiam, pemalu tapi tekad belajarnya kuat. Pria yang tekun dalam
belajar ini juga punya selera humor yang lumayan. Baik dan suka menolong. Haha
Malik
juga terkategori suka berjalan-jalan. Kalian bisa lihat di postingan social
medianya, hampir penuh dengan story perjalanannya. Haha
Arbiah Nasution
Wanita
paling kecil diantara kami ini berkelahiran di tanah mandailing. Dulu awal
kuliah hingga semester akhir Arbiah termasuk salah satu mahasiswi apatis di
dalam kelas, dia tidak akan perduli dengan apapun yang terjadi dan enteng saja
dia kuliah-pulang kuliah-pulang. Arbiah mulai membaur dengan anak-anak kelas
saat akhir-akhir semester,itupun tidak dengan semua orang. Haha
Gadis
darah batak ini sejatinya ribut, suka kompor, suka memicu keributan di grup,
tetapi kalau jumpa orang baru sok jaim. Ketulusan Bieh dalam bertemannya itu
tidak dapat diukur, dia memang benar-benar baik, tetapi kalau dia sudah tidak
suka dengan seseorang jangankan untuk berbicara, melihat wajahnya saja Dia tak
sudi.wkwk
Manusia
yang gak pernah pelit atas apapun denganku ini kerap sekali mendedikasikan
dirinya sebagai “Manipol” (Mandailing Polit) haha
Bieh!
begitu aku sering memanggilnya supaya terlihat lebih keren lagi. Dia juga anak
bungsu sama seperti Dila. Sifat manjanya melebih Dila. Ketika dia minta A, A
harus terwujud dari keluarganya, wkwk. Kau kurang-kurangi sifat burukmu itu ya
bieh.
Syawaluddin Ahmad
Harahap
Syawal,
begitu orang memanggil si pria alis shincan ini. Lelaki penggemar Barcalona ini
Kosma abadi (Komisariat mahasiswa) kami karena dia menjabat sebagai kosma dari awal
masuk sampai akhir semester. Begitulah, di kelas kami lelakinya hanya ada 5
orang dan tidak ada yang mau menjabat sebagai Kosma selain syawal yang mungkin
juga terpaksa (wkwkkwk) walaupun begitu juga tak apa tak ada yang menjadi
masalah karena Syawal juga sanggup memimpin dan mengarahkan manusia-manusia
yang memiliki pemikiran dan permintaan yang berbeda-beda dalam kelas dan dia
tetap bisa menyatukan kami. Tak ubahnya nurima, syawal juga memiliki suara emas
bak ayah Rhoma Irama, sampai-sampai pernah terucap kalau aku menikah, tak perlu
mengundang penyanyi dari luar. Cukup undang saja mereka ini untuk mengisi
panggung. Haha
Lelaki
yang bercita-citakan menjadi Rektor UIN-SU ini juga manusia yang selalu ada
saat kita butuh bantuan. Misalnya mengurus KRS, bayar uang kuliah ketika kita
masih asik di kampong dll. Walaupun syawal baik, ada juga keselnya lihat syawal
selalu merepet ketika sepulang kuliah aku selalu minta izin chek absen untuk
lihat daftar hadirku di mata kuliah mana saja aku masih bersih absenku dari
terlambat atau pun ketidakhadiran. Aku selalu begitu memang, selalu saja
mengahbiskan jatah libur mahasiswa.
Fitriah Rizki Harahap
Perempuan
mandailing penggila oppa-oppa ini, manusia yang tidak terlalu banyak harus
dideskripsikan. Hidupnya datar dan tidak terlalu banyak yang belok-belok
seperti kami ini, namun di balik kelurusan hidupnya Fitriah mampu menjelma
menjadi gadis paling cerewet se-Jagad Raya yang tak dapat dikalahkan.
Terkadang
dia menjelma menjadi manusia yang tidak terlalu ambil pusing terhadap sesuatu
isu di luar, kecuali bahan gosipan emak-emak around HHS yaw. Haha. Suara emas
merdu juga kepunyaan Fitriah dan kalau
bernyanyi dangdut duet dengan squad harahapnya (Nurima, Syawal dan Fitriah) ,
uggh serasa dunia milik mereka bertiga. Wkwk
Begitulah sedikit
deskripsi tentang manusia-manusia di dalam HHS itu, tak terlalu banyak yang
special karena mereka cukup special di relung hatiku.
Happy
Anniversary One Year HHS ku
Tak banyak pintaku semoga
kita tetap solid, tetap seperti ini hingga ke akhir hayat. Love you!






